You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa WAHYUHARJO
Logo Desa WAHYUHARJO
WAHYUHARJO

Kec. LENDAH, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat datang di Sistem Informasi Kalurahan Wahyuharjo

PELATIHAN PEMBUATAN EMPOSAN SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN HAMA TIKUS

Admin Kalurahan 13 Juli 2026 Dibaca 5 Kali
PELATIHAN PEMBUATAN EMPOSAN SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN HAMA TIKUS

Pada Rabu (8/7/2026) lalu, Pemerintah Kalurahan Wahyuharjo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan emposan sebagai upaya pengendalian hama tikus. Tikus merupakan hewan pengerat yang memakan segala macam komoditas serta seringkali mengakibatkan kerugian pada tanaman yang dibudidayakan oleh petani.

“Hampir sepanjang tahun hama tikus menjadi ancaman petani di wilayah Kalurahan Wahyuharjo. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian hama tikus, salah satunya dengan pengemposan.” jelas Didik Sukriyandoko, S.A.P., Carik Wahyuharjo. Pengemposan tikus adalah metode pengendalian hama tikus dengan cara memasukkan asap beracun yang dibakar ke dalam lubang atau sarang tikus.

Bertempat di Balai Kalurahan Wahyuharjo, peserta pelatihan pembuatan emposan merupakan Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Narasumber yaitu Yoeke Kusumayanti, S.P. dari UPT BPTP DIY dan Arismanta dari RPT Binangun Kapanewon Lendah.

Yoeke Kusumayanti, S.P. menyampaikan bahwa tikus menjadi vektor penyakit pada manusia, antara lain penyakit Pes, Leptospirosis, dan Hanta Virus. Oleh karena itu, pengendalian hama tikus perlu menjadi perhatian serius. Penanganan bangkai tikus juga perlu diperhatikan antara lain: (1) bangkai tikus tidak boleh dibuang di jalan, di saluran air, dan dibuang sebagai pakan ikan peliharaan; (2) pegang bangkai tikus dengan plastik/ sarung tangan plastik dan cuci tangan dengan air mengalir serta sabun; (3) bangkai tikus dibuang dengan cara dibuatkan lubang untuk dikuburkan dan ditaburi dolomit; (4) selalu PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).

Pengendalian tikus yang dapat dilakukan yaitu gropyokan, pengumpanan, dan pengemposan. Pengemposan ini dianggap paling praktis, ekonomis, ramah lingkunan dan dapat membasmi total. Arismanta menyampaikan terkait bahan dan alat pembuatan emposan sekaligus melatih praktik pembuatan emposan. Peserta sangat antusias dalam melakukan praktik pembuatan emposan.

“Harapannya dengan dilakukan pelatihan pembuatan emposan ini, para petani dapat membuat emposan secara mandiri karena dinilai lebih ekonomis serta dapat membasmi tikus secara total karena mampu menjangkau dan mematikan anak-anak tikus di dalam sarang. Selain itu, pengemposan juga dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu racun yang mencemari tanah serta racun tidak akan dimakan oleh predator tikus yang justru mampu membantu dalam pengendalian hama tikus.” lanjut Didik. (ptn)

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan